Selasa, 23 Januari 2018

Subtitel Bahasa Indonesia Film Geostorm 2017

Sinopsis Singkat:

Film ini menceritakan tentang manusia yang menciptakan sebuah teknologi untuk memanipulasi cuaca. dengan tujuan menghentikan amukan badai dan cuaca ekstrim bagi kepentingan dan keselamatan umat manusia, namun teknologi tersebut di gunakan oleh oknum lain demi tujuan politik dan kemegahan sebuah negara adidaya.

film yang menceritakan tentang masa depan ini sangatlah seru untuk di ikuti, bergenre Sci-Fi dan beberapa action, membuat pop corn di tangan akan terus berlanjut ke mulut.
subtitel nya baik untuk;
Format File: .mp4
kualitas: 720p bluray x264 Yify
link: https://www.4shared.com/rar/r2qTZcA_ei/Geostorm2017720pBluRayx264-YTS.html

Subtitel Bahasa Indonesia Film Aftermath 2017

Sinopsis singkat:
film ini menceritakan tentang musibah kecelakaan tragis antara dua pesawat yang bertabrakan diatas ketinggian 8.000 kaki, menyebabkan tidak adanya korban selamat. kecelakaan tersebut merubah hidup Roman (Arnold Schwarzenegger) yang dirundung duka tak berkesudahan karena kecelakaan tersebut merenggut nyawa istri, putri dan calon cucunya.

sebuah film drama yang cukup seru jika di ikuti.

subtitle ini di buat untuk film dengan format .mp4 dengan kualitas 720p bluray x264
kalau agan download nya dari website yts.ag, maka subtitel ini tepat sekali

link sub nya: https://www.4shared.com/zip/vA_rDuZzei/Aftermath_2017indonesian_sub_7.html

selamat menonton

Minggu, 08 September 2013

Materi Dasar Survival


BAB I
MATERI DASAR
Survival Gunung Hutan – Jungle Survival

1.1 Pengertian Survival
Survival Berasal dari kata “Survive” yang artinya mampu mempertahankan hidup. Sedangkan “Survival” artinya berhasil/mampu mempertahankan hidup dari keadaan yang kurang mengutungkan (kritis/Buruk) demi kelangsungan hidup.
Survivor Orang yang sedang melakukan kegiatan Survival, bisa perorangan ataupun kelompok
1.2 Misi Survival
A. English Version
S Size Up The Situation
U Undue Haste Makes Waste, Use All Your Senses
R Remember  Where you are
V Vanquish Fear And Panic
I Improvise
V Value Living
A Act Like The Natives
L Live By Your Wits, but for now Learn Basic Skills

B. Indonesian Version
S Sadarilah Sungguh-Sungguh Situasimu
U Usahakan Untuk Tenang dan Tabah
R : Rasa Takut dan Putus Asa Harus di Kuasai
V Vitalitas Harus di Tingkatkan
I Ingatlah Dimana Kau Berada
V Variasi Alam Bisa Dimanfaatkan
A Adat Istiadat Setempat Perlu Ditiru
            L Latihlah Dirimu dan Belajarlah Selalu

Materi Dasar Rock Climbing


Materi Pendidikan Dasar 
Rock Climbing (Panjat Tebing)

BAB I
Pengenalan & Sejarah Rock Climbing

A. Pendahuluan

Olah raga rock climbing semakin berkembang pesat pada tahun-tahun terakhir ini di Indonesia. Kegiatan ini tidak dapat dipungkiri lagi sudah sudah merupakan kegiatan yang begitu diminati oleh kaula muda maupun yang merasa muda ataupun juga yang selalu muda.Pada dasarnya, rock climbing adalah teknik pemanjatan tebing batu yang memanfaatkan cacat batu tebing (celah atau benjolan) yang dapat dijadikan pijakan atau pegangan untuk menambah ketinggian dan merupakan salah satu cara untuk mencapai puncak. Ciri khas rock climbing adalah prosedur dan perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan, juga prinsip dan etika pemanjatan.Rock Climbing bukan hanya menjadi komoditi industri olah raga dan petualngan saja. Tetapi aplikasinya juga telah menjadi komoditas industri-industrilainnya seperti wisata petualangan,outbound training,entertaiment,iklan dan film,serta industri-industri lainnya yang membutuhkan jasa ketinggian.Oleh karena itu perlu ilmu rock climbing yang sangat mendasar sebagai acuan yang kuat diri dan dunia rock climbing itu sendiri.

B. Sejarah Rock Climbing
Pada awalnya rock climbing lahir dari kegiatan eksplorasi alam para pendaki gunung dimana ketika akhirnya menghadapi medan yang tidak lazim dan memiliki tingkat kesulitan tinggi,yang tidak mungkin lagi didaki secara biasa (medan vertical dan tebing terjal).Maka dari itu lahirlah teknik rock climbing untuk melewati medan yang tidak lazim tersebut dengan teknik pengamanan diri (safety procedur).

Materi Dasar Rafting


Materi Dasar Rafting
(Arung Jeram)

BAB I
SEJARAH ARUNG JERAM

Banyak orang menyebutkan arung jeram ( Rafting ) ditemukan di Amerika, dan banyak pula menyebutkan arung jeramditemukan di Eropa. Terlepas dari itu semua, yang pasti arung jeram timbul karena kebutuhan, kebutuhan pada awalnya untuk menyelamatkan diri atau untuk menyerang orang lain, seperti pada saat Perang Dunia II. Waktu itu tentara Amerika merancang suatu jenis perahu yang bentuknya seperti keranjang untuk digunakan sebagai sarana perang. Perahu ini disebut basket boat.
Di Indonesia, rafting sesungguhnya sudah ada sejak dahulu kala. Lihat saja misalnya masyarakat tradisional yang hidup ditepi sungai-sungai besar. Penduduk telah lama memanfaatkan rakit sebagai sarana angkutan untuk menyeberang sungai atau untuk mengarungi sungai. Mengarungi di sini tentu dimaksudkan menjelajahi sungai dari hulu di gunung atau pedalaman menuju hilir ataumuara tempat pemusatan kegiatan-kegiatan yang lebih besar.Dewasa ini keinginan serta kesenangan manusia semakin meningkat dan kompleks, khususnya dalam memanfaatkan alam.Kegiatan berupa sekedar kegiatan angkutan konvensional lalu berkembang menjadi kegiatan wisata guna melayani keinginan dankesenangan manusia untuk berpetualang atau untuk lebih dekat dengan alam. Sarana berarung jeram pun meningkat, dari sekedar rakitrangkaian bambu menjadi perahu karet ( raft ) yang menggunakan alat dan sarana serba canggih.
Sejak dipopulerkan di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an menjadi kegiatan dan gaya hidup, baik sebagai wahana penelitian alam atau rekreasi, arung jeram kemudian mewabah ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri olahraga ini masuk sejak iderally sungai di Sungai Citarum dicetuskan, dengan bersaranakan perahu pendarat sisa Perang Vietnam. Dari sini kegiatan arung jeramkemudian merambah ke sungai-sungai lain di Nusantara
Semantara itu di Amerika sendiri berdiri AWA ( American White Water Afiliation ) yang menitikberatkan kegiatannya pada pengembangan standar keamanan dan aturan operasi olahraga ini. Di Indonesia saat ini kegiatan arung jeram berkembang secara“menebak-nebak” kepastian keamanan dan tujuannya. Kegiatan ini sempat diberi
sebutan “olahraga arus deras”,“petualangan sungai”,”wisata perahu karet”, ”susur sungai” dan lain sebagainya. Operator komersial yang bercabang ke seluruh dunia juga berperan dalam perkembangan arung jeram. Kini semua istilah dan tujuan tidak lagimempunyai perbedaan yang berarti, khususnya setelah era Kejuaraan Nasional Arung Jeram dimulai, pada akhir tahun 1994.

Materi Dasar Caving


Materi Dasar Caving

BAB I
Pendahuluan & Sejarah Penyusuran Goa


A. SPELEOLOGI

Speleologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gua. Diambil dari kata-kata yunani spelation = gua dan logos = ilmu. Namun gua tidak bisa berdiri sendiri, tetapi terdapat struktur alam yang melingkupi. Jadi speleologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gua beserta lingkungannya.
Di indonesia ilmu ini berkembang tahun 1980-an. Sedangkan di inggris dan jerman sudah dipelajari secar intensif mulai pertengahan abad 19. Sebelum membicarakan speleologi lebih lanjut, harus kita ketahui defisi dari “gua “ itu sendiri,
1. Menurut ius (internasional union of speology) yang berkedudukan di wina, austria. Gua adalah setiap ruangan di bawah tanah, yang dapat dimasuki orang
2. Menurut dr r. K. T. Ko (ketua hikespi,1985). Gua adalah suatu lintasan sungai di bawah tanah yang masih mengalirnya (khususnya daerah batu gamping)
Gua memiliki ciri khas dalam mengatur suhu udara di dalamnya, yaitu pada saat udara di luar panas, maka udara di dalam gua akan terasa sejuk, begitu sebaliknya.
Sifat tersebut menyebabkan gua dipergunakan tempat berlindung. Jenis gua di indonesia kebanyakan batuan gamping/karts.

B. Lahirnya ilmu speleology
secara resmi ilmu speleologi lahir pada abad 19 an berkat ketekunan edward alferd martel, sewaktu kecil ia memasuki gua hahn di belgia dengan ayahnya seorang ahli paleontologi, kemudian mengunjungi gua pyrenee di swiss dan italia.
pada tahun 1888 ia memulai memperkenalkan penelusuran gua menggunakan alat, pada musim panas ia dan teman-temannya mengunjungi dengan membawa gerobak yang isinya peralatan untuk penelusuran gua (martel, alat pengukur, kompas, alat p3k dan makanan) karena kegigihan dia dalam meneliti gua maka edward ini disebut barak speleologi.

Navigasi Darat


Navigasi Darat
A. PENGETAHUAN DASAR NAVIGASI DARAT
Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.
Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta. Beberapa media dasar navigasi darat adalah
B. Peta
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.
Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :
· Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
· Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
· Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
· Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang
berketinggian sama diatas permukaan laut.
· Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).